Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

WBS

Pencarian Data

PicsArt 07 17 10.08.50 
 
 
KEBUMEN - Shock Therapy membuka kegiatan Pembinaan, Monitoring, Pengawasan dan Pengendalian (Bintorwasdal) oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Marasidin Siregar di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen, Rabu (17/07).
 
Dirinya langsung menanyakan keberadaan dan penggunaan loker handphone yang diperuntukkan bagi pegawai. Marasidin ingin memastikan hal itu berfungsi dengan baik, bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban.
 
"Jadi semua pegawai sudah meletakkan hp nya di loker sebelum bertugas?", tanyanya sambil mengecek loker satu persatu.
 
Bergerak ke dapur, mantan Kadiv Pas Sulawesi Selatan ini mengapresiasi kebersihan dan contoh makanan yang siap disajikan untuk para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
 
"Menunya enak ini, kaya makanan diluar,"ulasnya sambil mengaduk pelan sayur yang sudah rampung dimasak.
 
Monitoring dilanjutkan dengan meninjau seluruh ruangan. Mulai dari ruang perkantoran, beranggang hingga ruang hunian. Kebersihan menjadi pesan utama kepada para pejabat Rutan Kebumen yang mendampingi.
 
Tak membuang kesempatan, Kadiv Pas juga memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai yang hadir di aula Rutan Kebumen.
 
Teamwork dan soliditas semua pegawai menjadi materi awal yang disampaikan.
 
"Kantor ini adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Rawat kesatuan tersebut dengan menjalin komunikasi yang baik. Saling mengingatkan dan tidak lupa saling menasehati,"pesannya.
 
Menurutnya lagi, konsistensi dalam bekerja juga merupakan hal yang mutlak untuk dipertahankan.
 
"Laksanakan tugas dan kewajiban secara progresif, masif, konsisten dan berkesinambungan", tegasnya.
 
"Konversi aturan terkait kewajiban menjadi sebuah kebutuhan, sehingga apa yang kita jalani menjadi lebih ringan,"lanjutnya.
 
Pria asli Sumatera Utara ini juga meminta jajarannya untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang produktif dan profesional, sejalan dengan target pemerintah dimana outputnya adalah lahir keseimbangan antara keamanan dan pembinaan sebagai indikator keberhasilan di lingkup Pemasyarakatan.
 
"Artinya, semua lini harus paham secara menyeluruh tentang ranah tugas fasilitatif admintratif dan teknis substantif,"jelasnya lebih lanjut.
 
Pengajuan remisi, hubungan dengan instansi terkait lainnya, sampai pada pembinaan dan pemenuhan hak WBP menjadi arahan penutup.
 
(Humas Kanwil Kemenkumham Jateng-Jateng GAYENG✊)
 
PicsArt 07 17 10.09.40PicsArt 07 17 10.09.40PicsArt 07 17 10.09.40