Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

WBS

Pencarian Data

 
 gend
KUDUS - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Tarsono benar-benar ingin menciptakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan konsep "Smart Office".
 
Keseriusan itu kembali disampaikannya saat melakukan kegiatan Pembinaan, Monitoring, Pengawasan dan Pengendalian (Bintorwasdal) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pati dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kudus, di hari yang sama, Rabu (06/11).
 
Di hadapan para pegawai Lapas Pati dan Rutan Kudus, Kakanwil meminta agar mereka lebih responsif dan cepat menyerap kemajuan teknologi informasi. 
 
gend1
 
"Ke depan, keunggulan bukan lagi milik Negara besar dan Negara berkembang, tapi negara yang cepat dan responsif terhadap kemajuan teknologi. Siapa yang bergerak cepat, peka terhadap perubahan dan teknologi dialah pemenangnya," urainya menjelaskan.
 
"Perkecil penggunaan kertas atau paperless. Optimalkan media yang mengadopsi TI, misalnya Sumaker, email dan sebagainya. Karena selain hemat biaya, dipastikan kerja kita menjadi lebih efektif dan efisien," tambahnya lagi.
 
Menjalankan tugas dan fungsi Apartur Sipil Negara (ASN) sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 merupakan arahan Kakanwil selanjutnya.
 
"Ingat bahwa kita adalah abdi negara, pelayan masyarakat. Tanamkan mindset itu, bahwa tugas kita adalah melayani, bukan untuk dilayani," tegasnya kemudian.
 
"Sebisa mungkin, sejak bangun dari tidur sebelum berangkat bekerja, kita sudah niatkan untuk memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan," sambungnya lagi.
 
Tarsono juga berpesan untuk bekerja dan melayani dengan hati, berintegritas, jujur serta menjauhi perilaku koruptif.
 
Selalu waspada, menjaga menjaga keamanan dan ketertiban, serta menjaga kebersihan dan kerapian seluruh lingkungan, menjadi amanat pamungkas mantan Kepala Biro Keuangan ini.
 
(Humas Kanwil Kemenkumham Jateng-Jateng PASTI Gayeng)
gend2